Jumpa lagi pembaca Quantum Illahi.
Penulis mohon maaf sebesar-besarnya karena meninggalkan pembaca hampir 2 tahun tidak merespon dan menjawab komen pembaca , penulis memberikan rasa hormat dan apresiasi atas kesetiaan pembaca yang terus setia membaca isi blog ini yang berkonsep “teknik tali wasilah” (T2W).
Konsep ini penulis riset sudah hampir 20 tahun untuk mencari letak kelemahannya, namun semakin digali lebih dalam, menunjukkan kebenarannya dari sisi manapun, dan penulis semakin takjub dengan mengucapkan huruf ”O” yang semakin besar (tanda penulis semakin paham dengan konsep ini).
Apa itu T2W, silahkan terus simak dan membaca daftar isi blog ini agar semakin paham dan memaknai apa itu T2W yang sebenarnya, mengada-ada atau memang belum sadar untuk memahami dan mempraktekkannya.
Judul artikel ini sengaja ditulis, ide menulis artikel ini bersamaan menyaksikan ramainya berita “kenaikan BBM”. Rakyat Indonesia sedang menunggu kepastian kenaikan BBM yang akan diputuskan oleh anggota DPR dan pemerintah, namun akibat topik kenaikan BBM ini banyak berita yang dimunculkan media masa baik di Jakarta dan di luar ibu kota. Topik kenaikan kenaikan BBM yang mungkin nilainya hanya Rp 1500, namun memberikan dampak yang luas kepada seluruh rakyat Indonesia dan perkembangan ekonomi bangsa Indonesia.Bagaimana solusi dan penyelesaian kenaikan BBM ini?
Apakah ada hubungannya dengan pendekatan T2W?
Apakah bisa diselesaikan dengan konsep T2W?
Konsep zikir dengan metode T2W adalah konsep zikir yang dipraktekkan dalam rangka menjaga komunikasi dengan ALLAH SWT sebagai TUHAN YANG MAHA ESA dan MAHA SEGALA-GALANYA. Komunikasi ini harus tetap terjaga dengan harmonis dan romantis antara hamba dengan sang Pencipta. Karena komunikasi adalah salah bentuk transfer informasi yang sangat penting antara dua pihak yang ingin menyampaikan pesan dan balasan pesan. Apalagi komunikasi dari seorang hamba dan sang pencipta, adalah bentuk komunikasi yang benar-benar harus dipahami secara jelas dan tepat. (bukan kira-kira). QS AL Fateha :” KepadaMUlah aku menyembah dan kepadaMU aku minta tolong”. ”Minta tolong” ini adalah komunikasi hamba kepada sang Pencipta.
Pertanyaannya seberapa akurat metode T2W dalam membangun komunikasi hamba dan sang Khalik? Mari kita urai sedikit demi sedikit tentang ketepatan metode ini. Permasalahan komunikasi kita sebagai hamba dengan Allah SWT adalah dimensi KEMAHA-AN DZAT ALLAH SWT, menjadikan kita tidak mungkin bisa komunikasi langsung (karena kita harus sadar bahwa kita dhaif, hina, papa, berlumpur dosa dll).
Kalau di ilmu listrik, tidak mungkin alat-alat di rumah tangga kita di kontakkan langsung dengan PLTU PAITON atau PLT yang lain. Tentunya harus ada trafo-trafo penurun tegangan dan akhirnya sampai ke rumah kita. Nah trafo-trafo ALLAH SWT itu adalah para NABI dan RASULNYA. Nah trafo kita sebagai muslim dan muslimah adalah RASULULLAH MUHAMMAD SAW. Kalau kita sudah memahami manfaat trafo ini maka kita harus yakin bahwa semua umat Muslim harus yakin jasmani dan rohaninya terterpatri abadi dengan RASULULLAH MUHAMMAD SAW.
Jika ini sudah paham dan serius mewujudakannya, maka komunikasi kita dengan ALLAH SWT akan lancar dan bisa berkomunikasi. Permasalahan berikutnya adalah, bagaimanakah meyakinkan jasmani dan rohani kita yang berjarak 1500 tahun yg lalu terpatri dengan RASULULLAH MUHAMMAD SAW.
Nah ini menjadi peroblem komunikasi berikutnya, meyakinkan bahwa kita sudah benar-benar kontak dengan RASULULLAH MUHAMMAD SAW atau masih mengira-ngira agar bisa kontak RASULULLAH MUHAMMAD SAW (maksudnya kita membuat aturan komunikasi dengan sangka sendiri).
Mudahnya, dengan teknologi apa kita harus berbicara dan berkomunikasi dengan ROHANI RASULULLAH SAW yang berjarak 1500 tahun tersebut? Apakah dengan mesin pemutar waktu seperti di film-film. Permasalahan ini harus direnungkan dalam-dalam agar kita sadar, bahwa komunikasi dengan ROHANI RASULULLAH harus dipraktekkan dengan riil dan nyata. Oleh sebab itu penulis mencoba menggiring logika kita untuk menyelesaikan komunikasi berjarak 1500 tahun tersebut.
Bagaimana pembaca? Apakah ada ide? Tepat sekali, 1500 tahun harus diselesaikan dengan komunikasi “estafet”, maksudnya komunikasi yang tidak terputus dengan terus menyampaikan pesan-pesan dari Rasulullah Muhammad SAW sampai detik ini secara murni dan tepat. Estafet waktu itu adalah ULAMA-ULAMA pewaris RASULULLAH MUHAMMAD SAW, mereka bukan Nabi dan RASUL, namun ULAMA PEWARIS ILMU RASULULLAH MUHAMMAD SAW. Keestafetan komunikasi ini di dalam QS AL Maidah 35 disebutkan sebagai WASILAH/JALAN/SYTEM/METODE/CHANNEL.
Penulis menyebutkannya dengan TALI WASILAH atau TEKNIK TALI WASILAH. Jika permasalahan komunikasi 1500 tahun berjarak kepada RASULULLAH MUHAMMAD SAW teratasi maka, permasalahan komunikasi dengan ALLAH SWT pastinya TIDAK ADA MASALAH atau yang biasa disebut KOMUNIKASI LANGSUNG KEPADA ALLAH. NAH, dengan KOMUNIKASI LANGSUNG KEPADA ALLAH SWT maka permasalahan jembatan antara zikir dan permasalahan "kenaikan BBM"tadi bisa didapatkan, sehingga keilmiahan zikir untuk menuntaskan permasalahan "kenaikan BBM" benar-benar bisa terselesaiakn.
Mudah-mudahan dengan keterangan yang singkat ini, bisa menjadikan semangat kepada kita semua yang telah menjalankan T2W dan menjadikan gairah kepada seluruh rakyat Indonesia tetap bersemangat, tidak ada kata putus asa walau seandainya kenaikan BBM diputuskan terjadi, karena kita telah menemukan jembatan permasalahn kita dengan ALLAH SWT yaitu YANG MAHA MENYELESAIKAN MASALAH HAMBANYA. Kita harus semangat karena kita sudah menemukan PENYELESAI langsung dari “masalah kenaikan BBM” yaitu ALLAH SWT. Demikian singkat tulisan yang ala kadarnya, insya allah akan disambung di artikel-artikel lain yang bisa menyejukkan hati kita semua sehinggan kita bisa lebih semangat dalam berkarya untuk puja dan puji kepadaNYA.
Sukses selalu, semangat dan raihlah cita dan cinta dalam RIDHONYA. Quantum Illahi.